Minggu, 25 Januari 2015

ini dunia puisi khayalanku



Rahmi azizah
TERKALAHKAN

Saat aku coba menulis isi fikiran
Namun hati enggan  mengulurkan niat
Dan saat itu tangan begitu malas
Menggoreskan kertas dengan tinta
Hingga karya tak kunjung jadi
Hati kecil terus mendesak fikiran
Untuk mau berkompromi dan berkolaborasi
Namun apalah daya semua mampu di kalahkan nafsu.

GUNDUKAN UPIL

Aku bukan penyair besar yang berbakat
Humorku tak selucu Sule Sutisna dan Tukul Arwana
Romantika kataku tak seromantis Mario Teguh
Aku tak bisa memantera seperti Ki Joko Bodo
Atau berpuisi selugas Chairil Anwar dan Khalil Gibran
Rentetan kisah hidupku tak sehebat dan seromantis BJ Habibie
Karyaku pun tak bisa mendobrak kebekuan kutub Utara
Sesukses Agnes Monika yang bisa go international
Nama itu hanya bisa ku dengar, ku baca dan kusaksikan di TV
Bisa gila dan mabuk sendiri memikirkan karya-karya mereka
Yang tidak sepadan dengan karyaku ini
Yang penting aku berusaha dulu untuk tetap menulis dan kembali menulis
Persetan mau jadi apa? -­­_-?
Saat ini yang aku cita-citakan apa dan larinya entah kemana? L
Sedih sih memikirkan nasibku untuk kedepan :’(
Jalan yang di tempuh terlalu banyak liku
Tapi ada pelajaran yang dapat aku petik dari pohon kesuksesan mereka
Mereka pun bersusah payah dulu untuk bisa
Menjadi terkenal seperti sekarang
Dalam karyaku yang di mulai dari seupil
Baru jadi gunung
Jika tidak bisa jadi gunung….!
Jadi gundukan upil pun jadilah….. :D
Hahahahahaha ☺☺☺☺

KU PASRAHKAN SAJA KAU

Bersama sinar senja yang telah melabuhkan layarnya
terpancarlah warna keemasan
bersama sinar senja yang telah punah
semoga bersama itu
rasa sakit ini ikut sirna
diiringi  mantera abracadabra
karena pedihnya tak tertahankan lagi
sekian lama ku simpan perih ini
karena aku masih mengharapkanmu
ketidakwarasan yang menghampiri fikiranku
membuat hidupku lebih tenang
karena aku tak sadar bahwa kau tak lagi di sisi
aku tak akan tenang saat warasku kembali
ketidakwarasan ini
bagai selimut pembalut perih sayatan hati ini
aku akan merelakanmu bahagia selamanya
di sana tanpamu aku akan mengerti
jika dengan semua yang terjadi ini kau akan bahagia
teruslah melangkah kedepan
pastikan saja langkahmu tetap dan selalu berarti
kini aku mulai berfikir
jika warasku telah kembali
dan aku tersadar bahwa kau tak lagi di sisi
bisakah aku nantinya tanpamu?
Sanggupkah aku tanpamu?
Semoga itu tak terjadi biarlah tetap begini
Karena aku tak mau lagi sesakit yang kemarin
Saat kau lambaikan tanganmu
Aku berfikir dalam kebingungan
Inilah waktu yang tepat untuk berpisah
Pastikan pilihanmu takkan sia-sia J
Aku tak akan pernah mengharapkanmu kembali
Saat kau telah temukan duniamu
Yang mampu membuatmu seperti lahir kembali
Maka janganlah kau kembali lagi
Jika kau kembali kau hanya memperparah luka di hatiku.

CINTO

Katiko cinto maimbau, dakokanlah nyo
Walau jalan mandaki, jalan baliku, jurang mananti
Jikok cinto mamaluak
Mako paluak baliaklah inyo, walau keris di salo-salo sayoknyo
Mancabiak badan jo marangguik nyao
Lai ka namuah????????

KIROE NYO BISU L
Hoi apo kaba matohari?
Apo angek kau masih cando doklu
Apo  kau masih sanggup mengawani hari-hari ambo di siang ko?
Apo kau masih sanggup mangawani hari-hari ambo yang sunyi ko?
Hoi matohari, tarimo kasih yo…
Alah manarangan jalan ambo
Untuak mamulai hari iko
Hoi matohari…
Baa hari ko? Caritoanlah ka ambo
Hari-hari yang alah kau lalui
Inyo senyum samar se mandanga tanyo ambo.
Katiko inyo handak ilang maninggaan siang
Dan jajak sirah di langik sanjo
Nyo pai se tanpa manjawab tanyo mbo..
Sadiah hati mbo ndak diiyoan
Sakiknyo tu di siko haaaa…♥

Tidak ada komentar:

Posting Komentar