Rahmi azizah
TERKALAHKAN
Saat
aku coba menulis isi fikiran
Namun
hati enggan mengulurkan niat
Dan
saat itu tangan begitu malas
Menggoreskan
kertas dengan tinta
Hingga
karya tak kunjung jadi
Hati
kecil terus mendesak fikiran
Untuk
mau berkompromi dan berkolaborasi
Namun
apalah daya semua mampu di kalahkan nafsu.
GUNDUKAN
UPIL
Aku
bukan penyair besar yang berbakat
Humorku
tak selucu Sule Sutisna dan Tukul Arwana
Romantika
kataku tak seromantis Mario Teguh
Aku
tak bisa memantera seperti Ki Joko Bodo
Atau
berpuisi selugas Chairil Anwar dan Khalil Gibran
Rentetan
kisah hidupku tak sehebat dan seromantis BJ Habibie
Karyaku
pun tak bisa mendobrak kebekuan kutub Utara
Sesukses
Agnes Monika yang bisa go international
Nama
itu hanya bisa ku dengar, ku baca dan kusaksikan di TV
Bisa
gila dan mabuk sendiri memikirkan karya-karya mereka
Yang
tidak sepadan dengan karyaku ini
Yang
penting aku berusaha dulu untuk tetap menulis dan kembali menulis
Persetan
mau jadi apa? -_-?
Saat
ini yang aku cita-citakan apa dan larinya entah kemana? L
Sedih
sih memikirkan nasibku untuk kedepan :’(
Jalan
yang di tempuh terlalu banyak liku
Tapi
ada pelajaran yang dapat aku petik dari pohon kesuksesan mereka
Mereka
pun bersusah payah dulu untuk bisa
Menjadi
terkenal seperti sekarang
Dalam
karyaku yang di mulai dari seupil
Baru
jadi gunung
Jika
tidak bisa jadi gunung….!
Jadi
gundukan upil pun jadilah….. :D
Hahahahahaha
☺☺☺☺
KU
PASRAHKAN SAJA KAU
Bersama
sinar senja yang telah melabuhkan layarnya
terpancarlah
warna keemasan
bersama
sinar senja yang telah punah
semoga
bersama itu
rasa
sakit ini ikut sirna
diiringi mantera abracadabra
karena
pedihnya tak tertahankan lagi
sekian
lama ku simpan perih ini
karena
aku masih mengharapkanmu
ketidakwarasan
yang menghampiri fikiranku
membuat
hidupku lebih tenang
karena
aku tak sadar bahwa kau tak lagi di sisi
aku
tak akan tenang saat warasku kembali
ketidakwarasan
ini
bagai
selimut pembalut perih sayatan hati ini
aku
akan merelakanmu bahagia selamanya
di
sana tanpamu aku akan mengerti
jika
dengan semua yang terjadi ini kau akan bahagia
teruslah
melangkah kedepan
pastikan
saja langkahmu tetap dan selalu berarti
kini
aku mulai berfikir
jika
warasku telah kembali
dan
aku tersadar bahwa kau tak lagi di sisi
bisakah
aku nantinya tanpamu?
Sanggupkah
aku tanpamu?
Semoga
itu tak terjadi biarlah tetap begini
Karena
aku tak mau lagi sesakit yang kemarin
Saat
kau lambaikan tanganmu
Aku
berfikir dalam kebingungan
Inilah
waktu yang tepat untuk berpisah
Pastikan
pilihanmu takkan sia-sia J
Aku
tak akan pernah mengharapkanmu kembali
Saat
kau telah temukan duniamu
Yang
mampu membuatmu seperti lahir kembali
Maka
janganlah kau kembali lagi
Jika
kau kembali kau hanya memperparah luka di hatiku.
CINTO
Katiko
cinto maimbau, dakokanlah nyo
Walau
jalan mandaki, jalan baliku, jurang mananti
Jikok
cinto mamaluak
Mako
paluak baliaklah inyo, walau keris di salo-salo sayoknyo
Mancabiak
badan jo marangguik nyao
Lai
ka namuah????????
KIROE
NYO BISU L
Hoi
apo kaba matohari?
Apo
angek kau masih cando doklu
Apo kau masih sanggup mengawani hari-hari ambo di
siang ko?
Apo
kau masih sanggup mangawani hari-hari ambo yang sunyi ko?
Hoi
matohari, tarimo kasih yo…
Alah
manarangan jalan ambo
Untuak
mamulai hari iko
Hoi
matohari…
Baa
hari ko? Caritoanlah ka ambo
Hari-hari
yang alah kau lalui
Inyo
senyum samar se mandanga tanyo ambo.
Katiko
inyo handak ilang maninggaan siang
Dan
jajak sirah di langik sanjo
Nyo
pai se tanpa manjawab tanyo mbo..
Sadiah
hati mbo ndak diiyoan
Sakiknyo
tu di siko haaaa…♥
Tidak ada komentar:
Posting Komentar